Minggu, 04 Desember 2011

TUJUH MINUMAN PENGGANTI AIR PUTIH

Senin, 30 Agustus 2010 14:54 WIB
Tujuh Minuman Pengganti Air Putih
Penulis : prita daneswari
juicingforlife.org

KITA tentu menyadari betapa besar manfaat air putih bagi kesehatan, tapi jujur saja terkadang kita pun bosan untuk meminumnya sehingga menggantinya dengan jenis minuman lain yang memiliki rasa, tapi belum tentu menyehatkan. Sebenarnya ada beberapa jenis minuman yang dapat menggantikan air putih, tapi tetap memiliki manfaat kesehatan.
Selama ini kita direkomendasikan untuk meminum sedikitnya delapan gelas air per harinya guna mengurangi perut kembung, mencegah sakit kepala, menangkal penyakit, dan mencegah kerutan pada kulit. Itulah beberapa manfaat dari air putih yang tentunya membuat kita tak harus membayar mahal karena mudah mendapatkannya. Namun, H2O bukanlah satu-satunya zat yang mampu menjaga kesehatan Anda. Ada banyak jenis minuman yang juga baik bagi kesehatan seperti halnya air putih. Antara lain kopi yang kerap diasumsikan dapat membuat orang menjadi kecanduan. Padahal kopi justru merupakan minuman yang menyehatkan karena dapat menurunkan risiko alzheimer dan parkinson, kanker payudara, kanker kulit, diabetes, batu empedu, bahakan kanker mulut.
Berikut beberapa jenis minuman yang dapat Anda jadikan alternatif sebagi pengganti air putih:
1. Jus jeruk
Jus jeruk dapat membatu menangkal penyakit jantung. Antioksidan di dalam jus jeruk melindungi Anda dari peradangan yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Bahkan mereka yang makan fast food lalu meminum jus jeruk memiliki radikal bebas yang jumlahnya lebih sedikit ketimbang mereka yang makan fast food dan diakhiri dengan air. Namun, perhatikanlah takaran gulanya karena terlalu banyak gula juga tak baik bagi kesehatan. Satu gelas jus jeruk sebaiknya mengandung 21 gram dan 122 kalori.
2. Teh kamomil
Percaya atau tidak, teh kamomil dapat membuat Anda merasa tenang. Mereka yang mengonsumsi teh kamomil setiap harinya selama dua bulan akan mengalami penurunan rasa cemas, menurut studi dari Universitas Pennsylvania di Philadelphia. Atasi rasa gelisah pada malam hari dengan meminum secangkir teh kamomil.
3. Jus cranberry
Jus cranberry ampuh mencegah penyakit pada gusi dan infeksi kandung kemih. Bahan alami dalam jus ini mencegah penyakit gussi dengan menangkal bakteri di gigi tepatnya di bawah gusi. Jus cranberry juga berkontribusi 39 persen kebutuhan vitamin C perharinya, meningkatkan kadar kolesterol baik, dan menjaga kesehatan kandung kemih.
4. Susu cokelat
Susu cokelat dapat menjaga perut supaya tetap rata. Segelas susu cokelat mengandung banyak karbohidrat dan protein yang mampu memulihkan tenaga Anda setelah banyak berkegiatan maupun olahraga. Atlet yang meminumnya setelah
berolahraga cenderung memiliki otot yang lebih sehat ketimbang atlet yang hanya minum air, menurut studi yang dilakukan American College of Sports Medicine. Susu cokelat juga mengurangi rasa sakit dan kelelahan.
5. Teh hijau
Teh hijau diketahui mempu menjaga berat badan. Tikus yang melakukan latihan dan meminum teh hijau diketahui 22 persen berisiko lebih kecil mengalami penambahan berat badan. Kandungan polifenol dalam teh hijau dapat merevitalisasi metabolisme tubuh sehingga memudahkan pembakaran lemak. Apalagi teh hijau juga kaya akan antioksidan yang mampu menangkal penyakit jantung dan kanker. Cobalah tambahakan es ke dalam teh hijau Anda,pasti lebih menyegarkan.
6. Jus tomat
Jus tomat diketahui dapat menurunkan risiko terkena kanker. Minuman ini kaya akan vitamin B dan lycopene yang mampu menangkal kanker.
7. Teh hitam
Teh hitam mempu melindungi Anda dari kanker kulit. Minuman klasik ini merupakan sumber flavonoid yakni antioksidan yang mengandung zat penangkal kanker. Menurut hasil penelitian, meneguk secangkir teh hitam setiap harinya dapat menurunkan risiko terkena karsinoma sel skuamosa, salah satu tipe kanker kulit hingga 30 persennya. Baik diminum hangat maupun dingin, teh hitam juga baik untuk merawat kulit sehat Anda. (Pri/OL-06)
SUMBER: http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/08/30/3059/3/Tujuh-Minuman-Pengganti-Air-Putih

BAHAYA AIR PUTIH DI SELA MAKAN

Senin, 28 November 2011 09:30 WIB
Bahaya Air Putih di Sela Makan
Penulis : Prita Daneswari
sxc.hu

BUKANNYA membantu proses percernaan, minum air putih di sela-sela makan ternyata bisa menghambat kekuatan pencernaan perut dan menyebabkan tingkat insulin untuk berfluktuasi secara signifikan.

Kebanyakan orang memang berpikir minum air putih bersamaan dengan mengunyah makanan bisa membantu meluruhkan makanan saat makan. Namun, sebaliknya, itu justru membahayakan perut.

Apalagi, bagi Anda yang memang memiliki masalah pencernaan, konsekuensi bermacam-macam. Padahal perut kita secara otomatis sudah mengetahui kapan harus melepaskan cairan untuk membantu pencernaan. Jika Anda mulai minum air pada saat yang sama, yang sebenarnya Anda lakukan adalah menipiskan cairan pencernaan yang dihasilkan untuk mencerna makanan.

Penyerapan nutrisi
Penelitian pun menunjukkan bahwa meminum sedikit air putih selama makan memang tidak apa-apa, tapi minum segelas atau dua gelas dapat mengganggu pencernaan. Yang terbaik adalah minum air sebelum dan 2 jam setelah makan untuk membantu penyerapan nutrisi.

Apabila Anda meminum air saat makan, air akan diserap oleh dinding usus lambung sehingga menyebabkan refluks asam dan heartburn. Minum air bersamaan dengan makan juga dapat menyebabkan peningkatan kadar insulin. Semakin banyak insulin dilepaskan ke aliran darah, semakin tinggi kemungkinan kita menyimpan lemak di dalam tubuh.

Oleh karena itu, pastikan makanan tidak terlalu asin karena akan membuat kita lebih haus memicu keninginan minum air. Selain itu, makan terburu-buru akan menyebabkan makanan sulit tertelan menuju ke bawah sehingga kita akan merasa perlu untuk minum air putih. Banyak mengunyah akan sangat baik karena akan mempermudah kerja perut dalam mengolah makanan. (Pri/OL-06)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2011/11/28/4678/3/Bahaya-Air-Putih-di-Sela-Makan

JENGKEL? TEGUKLAH SEGELAS AIR DINGIN

Jumat, 12 November 2010 10:05 WIB
Jengkel? Teguklah Segelas Air Dingin
Penulis : prita daneswari
webmd.com
MENEGUK air dingin di lemari es saat ingin marah ternyata ampuh meredam persaaan emosional itu. Air dingin? Ya, menurut Dr Leo Galland dalam blognya di Huffington Post, air dingin ditengarai ampuh meredakan perasaan emosional.

"Menurut hasil penelitian Universitas Tyfts, dehidrasi memiliki pengaruh terhadap suasana hati dan ketenangan jiwa seseorang," katanya. Dari penelitian yang ia lakukan, didapati pertanyaan menarik yakni apa yang akan terjadi bila seseorang kekurangan air dalam sehari? Dan, ternyata terungkap bahwa suasana hati dan performa seseorang cenderung akan memburuk disebabkan dehidrasi.

Singkatnya, ketika tubuh kita tengah merasa haus, sensitivitas kita pun meningkat. Maka itu, seperti anjuran banyak ilmuwan, sebaiknya kita rutin minum air setidaknya 8 gelas per hari. Terlebih kini, saat cuaca yang tidak menentu, kadang panas dan kadang hujan.

Tak ketinggalan, tingkat stres yang timbul akibat tekanan pada pekerjaan. Meminum air juga akan membuat stamina tubuh terjaga sehingga prima dalam beraktivitas seharian penuh. Hasil studi ini telah dirilis bertepatan dengan Hari Waspada Stres Sedunia pada 3 November lalu. (Pri/OL-06)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/11/12/3328/3/Jengkel-Teguklah-Segelas-Air-Dingin

AIR PUTIH AMANKAN KANDUNG KEMIH

Selasa, 01 April 2008 15:00 WIB
Air Putih Amankan Kandung Kemih
Penulis : purwanti

Penelitian di AS membuktikan, minum air enam gelas atau lebih dapat mengurangi risiko kanker kandung kemih. Tubuh kita setiap hari membutuhkan air sebanyak 2,4 - 2,8 liter agar organ-organ tubuh berfungsi sebagaimana mestinya. Memang, beberapa makanan mengandung air, namun sebaiknya kita minum air putih sebanyak 6 - 8 gelas per harinya agar keseimbangan cairan tubuh dapat selalu terjaga.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan diagnosis kasus baru kanker kandung kemih diperkirakan berjumlah 310.000 pada 1996. Di Amerika Serikat, penyakit itu merupakan jenis kanker utama keempat yang umumnya dialami kaum pria. Untuk kaum perempuan diagnosis kasus kanker kandung kemih hanya ditemukan seperempat dari kasus di kalangan laki-laki.
Hingga kini, faktor-faktor pencetus terjadinya risiko kanker kandung kemih yang sudah terbukti adalah kebiasaan merokok dan zat kimia penimbul kanker, yang dikenal sebagai arilamin. Penelitian yang dilakukan di Universitas Harvard, Boston, Amerika Serikat, membuktikan bahwa 47.909 laki-laki profesional yang berumur 40 - 75 selama 10 tahun (1986-1996) mengalami lima kali siklus kanker kandung kemih.
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2008/04/01/64/3/Air-Putih-Amankan-Kandung-Kemih

PENTINGNYA AIR PURIH SEBELUM DAN SETELAH TIDUR

16 April 2011 12:30 WIB
Pentingnya Air Putih Sebelum dan Setelah Tidur
Penulis : prita Daneswari
faithfreedom.org
TAK hanya akan mempercantik kulit, mengkonsumsi air putih secara teratur juga bermanfaat untuk membersihkan tubuh dari racun. Namun, sayangnya masih banyak orang yang melupakan salah satu bagian penting untuk tubuh ini.
Banyak yang mengabaikan konsumsi air putih, termasuk kala bangun tidur. Apa sih manfaat dari meminum air putih saat bangun tidur? Selama kita tertidur, tubuh mengeluarkan banyak cairan melalui penguapan. Hal itu terjadi karena aktivitas tubuh saat tidur tidak berhenti bekerja. Metabolisme sel terus berjalan dan cairan sel tubuh membantunya.
Jadi, setelah 6-8 jam tertidur, tubuh bisa mengalami defisit air karena dalam proses metabolisme sel ada cairan yang terbuang. Bila kita tak meminum air setelah bangun tidur, tubuh juga bisa kekurangan mineral. Cukup segelas air putih setelah bangun akan sangat bermanfaat bagi tubuh. Sebanyak 70 persen tubuh kita terdiri dari air. Air dalam tubuh digunakan oleh organ-organ tubuh yang tidak pernah berhenti bekerja selama tidur, termasuk otak, jantung, dan ginjal. Jadi setelah bangun, dianjurkan untuk minum air.
Sebenarnya tak hanya setelah bangun, kita juga harus minum air putih sebelum tidur. Tidak perlu terlalu banyak karena konsumsi air yang berlebihan dapat memicu kita untuk lebih sering ke kamar kecil. Juga, berakibat buruk terhadap fungsi jantung dan ginjal.
Namun, yang juga perlu diingat yakni pemilihan air minum. Air minum harus memenuhi aspek kesehatan. Air pada umumnya terdiri dari H2O, tapi tubuh juga perlu air yang mengandung mineral (natrium, kalium, klorin) agar otot mudah bergerak. (Pri/OL-06)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2011/04/16/3971/3/Pentingnya-Air-Putih-Sebelum-dan-Setelah-Tidur

Kamis, 01 Desember 2011

Tahun Baru Islam Harus Dimasyarakatkan

Monday, 28 November 2011 06:56

Tahun Baru Islam harus dimasyarakatkan

Warta

INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE
MEDAN - Sejumlah kegiatan dilakukan untuk memperingati Tahun Baru Islam. Hal ini untuk memasyarakatkan Tahun Baru Islam, sebab tahun baru Islam sangat jarang dirayakan seperti tahun baru masehi.

“Kegiatan ini dalam rangka menyambut dan memeriahkan tahun baru Islam 1433H. Selama ini ada kenderungan umat Islam justru lebih memeriahkan tahun baru agama lain dibanding tahun barunya sendiri. Padahal, umat Islam sendiri memiliki tahun baru atau kalender sendiri, yang merupakan tahun kemenangan dan kebangkitan bagi umat Islam, masyarakat arab serta semenanjung Arabia,” kata Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) SUmut, Abdullah Syah, tadi malam.

Dia menambahkan, hijrah ini merupakan tonggak kemenangan dan kebangkitan bagi umat Islam. Ini juga merupakan sejarah hijrah di Madina. “Madina menjadi tegaknya Islam pertama yang sempurna. Dengan membangun hubungan masyarakat yang harmonis dan kerukunan antara umat beragama," sebutnya.

"Melalui hijrah ini pula, bisa mengembalikan akhlakul karimah sehingga umat berakhlak kembali. Agar tidak terjadi tawuran, tidak saling memburukkan, namun melainkan saling menopang," imbuhnya.

Abdullah Syah menuturkan, dulu, masyarakat Arab dan semenanjung Arab juga hidup dalam keadaan yang tidak punya pedoman, aturan dan adat istiadat yang baik. ”Mereka cenderung berperang satu suku dengan yang lain. Saling berlomba berbuat kemaksiatan dan peradaban yang terbelakang,” bebernya.

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui peringatan tahun baru Hijriah ini, umat Islam diajak merubah adat istiadat dengan akhlak yang mulia dan peradaban serta aturan yang adil. Hijrah ini, sebutnya, merupakan tonggak kemenangan dan kebangkitan bagi umat Islam. Ini juga merupakan sejarah hijrah di Madina.

Sejumlah kegiatan yang digelar hari ini adalah gerak jalan hijrah dari Lapangan Merdeka Medan dan pawai sepeda dari Masjid Raya Medan ke Masjid Raya Labuhan

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=225163:tahun-baru-islam-harus-dimasyarakatkan&catid=77:fokusutama&Itemid=131

Hijrah dari Introspeksi Hingga Reformasi

Home » Opini
Hijrah, dari Introspeksi Hingga Reformasi
Sriwijaya Post - Jumat, 2 Desember 2011 08:41 WIB
H Abdul Rahman S.Ag, M.Pdi

“Siapa yang berpindah pada jalan Allah, niscaya akan diperolehnya di bumi ini (tempat ia pindah) rezeki yang banyak (dan ketentraman). Siapa yang keluar rumahnya untuk hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian ia meninggal (di tengah jalan), maka sesungguhnya pahalanya sudah dijamin Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nisaa’ (4):100).

SETIAP tahun umat Islam di seluruh dunia menyambut baik dan hangat serta sukacita peringatan Tahun Baru Hijriah (1 Muharam). Kendati sambutannya tidak terlalu semarak jika dibandingkan dengan peringaatan Tahun Baru Masehi (1 Januari). Sungguhpun demikian, sebagian umat Islam masih memiliki perasaan keagamaan yang kuat sehingga mereka memperingatinya dengan zikir dan pikir serta penuh optimisme sembari berharap ada perubahan hidup ke arah yang lebih baik pada masa yang akan datang.

Bagi umat Islam, bulan Muharam memiliki makna yang sangat besar dalam sejarah penyelamatan akidah umat, yakni saat Rasulullah SAW mengawali hijrah dari Makkah ke Madinah Al-Munawarah. Peristiwa yang terjadi pada tahun 622 M itu adalah awal mula ditetapkannya kalender hijriah yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Karena itu, setiap tanggal 1 Muharam ditetapkan sebagai awal Tahun Baru Islam.

Perhitungan tahun hijriah didasarkan pada peredaran rembulan mengelilingi bumi. Maka itu disebut juga Kalender Qamariyah. Satu kali peredarannya rata-rata 29 hari 12 jam 44 menit dan 2,5 detik. Jadi dalam 12 bulan atau satu tahun rata-rata 354 hari 8 jam 48 menit dan 30 detik.

Dengan demikian dasar perhitungan tahun hijriah berbeda dengan tahun masehi. Berbeda pula model perhitungannya. Tahun masehi dimulai dari satu tahun kemudian dibagi menjadi 12 bulan, sedangkan tahun hijriah dimulai dari satuan bulan kemudian setelah genap 12 bulan disebut satu tahun.
Peredaran rembulan itu tidak terjadi pada satuan hari yang bulat melainkan ada lebihnya yaitu 12 jam 44 menit 2,5 detik atau lebih dari setengah hari. Makanya, umur bulan dalam tahun hijriah itu berselang-seling antara 30 hari dan 29 hari.

Muharam misalnya, jumlah harinya 30, Shafar 29 hari sedangkan Rabiul Awwal 30 hari. Rabiul Akhir? Ada 29 hari, Jumadal Ula 30 hari, Jumadats Tsaniyah 29 hari, Rajab 30 hari, Sya’ban 29 hari, Ramadhan 30 hari, Syawwal 29 hari, Dzulqa’dah 30 hari dan Dzulhijjah 29 atau 30 hari.

Kalau umur bulan hijriah itu selang-seling 30 hari dan 29 hari, maka dalam setiap bulan ada sisa 44 menit 2,5 detik. Ini akan menjadi 8 jam 48 menit 30 detik dalam satu tahun. Kelebihan ini akan mencapai 11 hari lebih dalam 30 tahun. Itulah sebabnya maka dalam setiap 30 tahun diadakan 11 tahun kabisat dan 19 tahun basithah. Tahun kabisat itu jatuh pada tahun ke 2,5,7,10,13,15, 18,21, 24,26 dan 29. Selama 30 tahun itu disebut satu daur.

Pergantian tanggal disesuaikan dengan pergantian hari. Pergantian hari dalam tahun hijriah terjadi kala matahari terbenam. Jadi nama hari itu dari malamnya bukan siang, bukan mulai dari tengah malam hingga tengah malam berikutnya. (Warta Dakwah No 11/Tahun X/Desember 2010).

Seperti diketahui, sebelum berhijrah, Nabi Muhammad SAW dan umat Islam yang berada di kota Makkah mendapatkan berbagai ujian dan cobaan yang tiada henti-hentinya. Ujian itu datang dari Allah SWT (pasca wafatnya Ali bin Abi Thalib dan isteri Rasulullah SAW bernama Khadijah binti Khuwailid) diiringi gangguan kaum kafir Quraisy.

Nabi Muhammad SAW sedang bersedih, berduka. Orang-orang kafir Quraisy pun mengolok-oloknya. “Muhammad telah ditinggalkan oleh tuhannya.” Beliau kesepian. Hatinya terasa kering karena beberapa lama wahyu baru yang ditunggu tak kunjung datang.

Dalam keguncangan jiwa itu, turunlah surat Ad-Dhuha. Di dalam ayat ke-5 surat itu, Allah SWT berfirman: “Kelak, Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.” Apa yang dijanjikan Allah SWT dalam surat Ad-Dhuha itu tercapai beberapa tahun setelah hijrah. Tepatnya, tahun ke-10 H. Rasulullah SAW berhasil merebut kota Makkah, kota yang sangat beliau cintai karena kesuciannya.

Kemenangan itu juga dijanjikan oleh Allah SWT dalam QS Al-Qashash 28):85 : “Sesungguhnya, Dia (Allah) yang telah menjadikan ajaran Alquran sebagai panggilan kewajiban atas engkau (Muhammad) tentulah akan mengembalikan engkau ke tempat asalmu (Makkah). Katakanlah, “Tuhanku lebih tahu siapa yang dapat petunjuk dan siapa pula yang terang dalam kesesatan.” (Islam Digest Edisi Ahad, 2 dan 12 Desember 2010).

Hijrah dalam arti mengintensifkan segala daya dan upaya untuk memperbaiki diri dan bangsa perlu ditonjolkan sebagai titik tolak terjadinya proses monumental (dalam Islam) sehingga menjadi nilai universal. Jadi hal yang lumrah bila hijrah seyogianya dimaknai dari keinginan dan kesadaran untuk mengevaluasi (introspeksi) diri yang pada gilirannya menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik (reformasi).

Introspeksi merupakan peninjauan atau koreksi terhadap sikap, perbuatan, kelemahan dan kesalahan diri. Ia merupakan salah satu bentuk analisa kritis terhadap apa yang telah diucapkan atau dilakukan. Dengan berintrospeksi orang dapat mawas diri, tidak mengedepankan keakuannya dan tidak menafikan eksistensi orang lain. Melalui introspeksi kita akan mampu menemukan makna dari setiap tujuan yang kita miliki dan akan semakin memastikan apakah tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya sudah terarah atau belum.

Setelah mengintrospeksi diri (dalam bahasa agama disebut dengan muhasabah) maka (semangat Tahun Baru Hijriah) dilanjutkan dengan usaha untuk memperbaiki diri, melakukan pembenahan dan perubahan ke arah yang positif dan produktif. Untuk tujuan itu, Allah SWT sudah menegaskan agar setiap kita hendaklah mengadakan muhasabah berkaitan dengan apa yang telah dilakukan.

Firman-Nya: “Waltanzhur nafsun ma qaddamat lighad.” (Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (hari akhirat).” (QS Al-Hasyr 18). Ayat ini menunjukkan bahwa setiap manusia senantiasa mengintrospeksi dirinya guna mencapai derajat yang lebih baik.

Reformasi
Dalam konteks kekinian istilah hijrah dapat diidentikkan dengan proses reformasi. Reformasi yang tidak hanya sebatas mengganti orang, namun reformasi yang diusung dengan semangat hijrah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat (terutama kaum muslimin), reformasi yang ditandai juga dengan adanya keinginan dan tekad yang kuat untuk berubah menjadi lebih baik.

Berhijrah dari pemikiran ke pengamalan, dari sekadar teoritis menjadi praktis, dari pesimistis menjadi realistis, merubah dari semangat melakukan korupsi kepada semangat mengabdi, dari semangat mendengki kepada semangat bertoleransi, dari sikap malas kepada sikap kerja keras, berhijrah dari perbuatan munkar kepada ma’ruf. Hijrah dari yang salah (batil) kepada yang benar (haq), dari syirik menuju tauhid, dari berbuat dosa menjadi beramal ibadah, dari kebebasan menjadi tanggung jawab dan dari umat jahiliyah menjadi umat berhidayah.

Begitu juga dengan reformasi dalam hal agama dan keyakinan. Kebanyakan dari kita hanya mengenal Allah SWT sebatas apa yang dimengerti dan diterima menurut akal sehat dan bukan didasarkan atas pengalaman kita ketika bergaul dengan Dia melalui firman-Nya, dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, dalam Alquranul karim diinformasikan bahwa ternyata ada sebagian manusia yang mengklaim diri beriman kepada Allah Taala padahal Dia menegaskan mereka justru tidak beriman (QS Al-Baqarah 8) karena pemikiran dan perilaku mereka yang tidak mencerminkan golongan orang-orang yang berpredikat iman kepada Allah SWT. Cirinya adalah mengelabui manusia (berdusta) (QS Al-Baqarah 10), mengaku reformis padahal ia berbuat anarkis (QS Al-Baqarah 11-12).

Hijrah dalam arti fisik (mungkin) tidak diperlukan lagi, namun hijrah dalam arti nilai (value) yang mesti diperjuangkan justru tetap harus dipelihara dari waktu ke waktu secara konsisten. Negara dan bangsa ini terus larut dalam krisis multidimensi yang berkepanjangan antara lain karena ketiadaan semangat hijrah.

Secara normatif hijrah merupakan simbol yang memberi motivasi kuat bagi manusia dalam upaya mencapai kehidupan dan kemakmuran yang lebih baik sebagaimana yang dijanjikan-Nya, “Wa man yuhajir fi sabilillah yajid fi al-ardhi muroghoman katsiron wasa’atan (Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak).” (QS An-Nisaa’ 100).

Semoga semangat hijriah ini dapat membangkitkan kesadaran kita dalam mengintrospeksi diri untuk selanjutnya melakukan ishlah (reformasi) perubahan ke arah yang lebih baik. Karena dengan cara itulah kita menjadi manusia, hamba Allah yang beruntung. “Man kana yaumuhu khoiron min amsihi fahuwa robih (0rang yang pada hari ini lebih baik (ibadah dan ukhuwwahnya) dari hari kemarin maka dialah orang yang beruntung.” (Alhadist). Wallahu A’lam.

Sumber : Sriwijaya Post


Sumber: http://palembang.tribunnews.com/2011/12/02/hijrah-dari-introspeksi-hingga-reformasi